Selasa, 20 Juni 2017

Masa Depan Pendidikan Indonesia

Pendidikan adalah ujung tombak perbaikan bangsa. Sekian banyak pakar menyatakan bahwa salah-satu cara untuk memperbaiki bangsa ini, baik secara moral, mental, sosial, budaya, politik, dan ekonomi, adalah dengan memperbaiki sistem pendidikan di negeri ini. Pendidikan merupakan investasi untuk masa depan. Kita tidak bisa mengharapkan perbaikan negeri ini secara instan. Harapan agar Indonesia menjadi bangsa yang besar, tidak mungkin dilakukan semudah membalikkan telapan tangan, perlu waktu dan proses. Dibutuhkan beberapa generasi untuk memulihkan Indonesia.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Maka dari itu pendidikan yang baik sangat memerlukan hal-hal tersebut agar dapat mendidik para generasi muda saat ini.
 
Adapun Komponen yang dapat mewujudkan Pendidikan masa depan yang lebih baik.
  1. Guru : Guru adalah ujung tombak pendidikan. Pahlawan insan cendikia ini berinteraksi langsung dengan anak didik melalui pembelajaran di ruang kelas. Oleh sebab itu guru impian di masa depan adalah guru profesional, merdeka berpikir dan kreatif.
  2. Kurikulum : Kurikulum memang harus sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman. Artinya, kurikulum pendidikan harus mampu mengakomodasi perkembangan dunia terkini. Namun kurikulum impian di masa depan adalah kurikulum yang permanen, tidak sering digonta-ganti, diutak-atik. Guru merasa nyaman dan tidak kebingungan dengan kurikulum yang ada. Bagaimana pun, kurikulum itu akan dioperasikan secara ril oleh guru melalui pembelajaran. 
  3. Pembelajaran : Pembelajaran itu sesungguhnya bentuk operasional dari sebuah kurikulum. Tidak berarti apa-apa sebuah kurikulum tanpa dioperasionalkan oleh guru melalui pembelajaran.Pembelajaran impian masa depan adalah pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa maupun guru. Dengan demikianj, tujuan pembelajaran tercapai dan hasil pembelajaran dapat dimiliki dan dirasakan oleh siswa. 
  4. Sarana : Sarana pendidikan impian masa depan meliputi kelengkapan fasilitas dan alat/bahan belajar. Dengan sarana pendidikan yang memadai akan membuat guru bergairah mengajar, kurikulum dapat dijalankan sebagaimana mestinya, pembelajaran berlangsung efektif dan efisien. 
  5. Orang Tua : Pendidikan di sekolah tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah dan pemerintah. Namun partisipasi orangtua siswa ikut menentukan keberhasilan sekolah dalam memajukan pendidikan. Anak memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga di rumah. Perhatian dan kepedulian orangtua sangat berpengaruh terhadap proses belajar anak di rumah maupun di sekolah.
Itulah 5 aspek penting dalam mewujudkan pendidikan impian di masa depan.

Dan Banyak kasus-kasus yang beredar pada Televisi atau Sosial Media yang berisikan tentangnya hal-hal yang seharusnya tidak terjadi pada Pendidikan di Indonesia seperti Pelecehan, kekerasan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Maka dari itu diharapkan bagi pemerintah segera menanggapi kejadian-kejadian tersebut dan meresponnya dengan cepat. Hal ini dapat menyebabkan Pendidikan di Indonesia tidak maju dan tidak seperti Pendidikan yang berada di luar Indonesia yang sistem pendidikannya atau tenaga kerjanya lebih bagus dan terdidik.
Dikarenakan oleh itu, demi mendapatkan Pendidikan yang baik di masa yang akan mendatang, agar Komponen-komponen yang dapat mewujudkannya Pendidikan yang baik dapat membantu untuk majunya Pendidikan di Indonesia. Terutama untuk orang tua agar untuk membantu anak-anaknya agar mendapatkan Pendidikan yang berasal dan berawal yang terdapat di rumah tangga. Didikan orang tua sangat berpengaruh besar saat anaknya menempu Pendidikan nanti.

SUDAHKAH GURU DI INDONESIA SEJAHTERA?

Demi membangun dan menciptakan sebuah negara yang maju, sangatlah dibutuhkan generasi muda yang dapat bekerja dengan baik serta memiliki kecerdasan dan kreatifitas. Untuk mewujudkan itu, maka sejak kecil kita wajib mendapatkan ilmu serta menempu pendidikan yang layak. Di dunia pendidikan, pendidikan adalah hal paling penting untuk kedepannya, karena tentu saja dimana saat kita mencari sebuah pekerjaan, pendidikan menjadi sebuah pertimbangan untuk pihak perusahaan. Demi mendapatkan pendidikan, dibutuhkan juga seorang pengajar yang profesional yang dimana ia membantu serta memotivasi dalam menempuh pendidikan. Akan tetapi, diluar sana masih banyak pengajar yang belum profesional. Penyebabnya antara lain adalah rendah dan kurangnya kesejahteraan guru. Rendahnya tingkat kesejahteraan ini sangat berpengaruh bagi seorang pengajar dalam menyampaikan pengajaran dalam dunia pendidikan. Secara luas masih banyak faktor-faktor lainnya yang menyebabkan rendahnya atau kesejahteraan guru.

Seperti apakah kondisi kesejahteraan guru di Indonesia? apakah sudah sejahtera? atau belum? Menurut saya masih kurang, karena sebagian guru diindonesia belum mengalami kesejahteraan seperti gaji guru honorer yang rendah, perlakuan yang kurang baik dari murid-muridnya dan mungkin masih banyak yang lain. Tentu saja peristiwa ini sangatlah membuat para pendidik masih belum merasa sejahtera baik dalam mengajar ataupun mendapatkan upah yang layak. Banyak contoh yang sering terjadi seperti itu dalam dunia pendidikan. Bisa kita ambil salah satu contohnya adalah seorang guru yang memberikan tugas kepada muridnya, lalu murid itu tidak menyelesaikannya, padahal tugas itu sudah diberikan waktu 1 minggu untuk mengerjakannya. Pada akhirnya sang gurupun memberikan teguran kepada murihnya atau hal lainnya. Namun sang murid tidak terima dan mengadukannya kepada orang tuanya. Kemudian ayah dari anak tersebut datang dan menghampiri guru yang bersangkutan dan melakukan hal yang tidaknya harus dilakukan oleh ayah dari murid tersebut dan hal yang tidak seharusnya didapatkan oleh guru tersebut. Dari kejadian ini kita juga dapat melihat kurangnya perlindungan di sekolah tersebut dikarenakan masih banyak juga kurangnya hubungan yang terjadi antara guru dengan murid, dan serta lingkungan yang seperti ini tidaklah sangat efefisien untuk guru agar dapat bekerja dengan seefektifnya. Dan yang terakhir yaitu jenjang karir yang dimiliki setiap guru tidak dan masih belum adanya kepastian, padahal semuanya sudah diatur oleh pemerintah. Dari semua kejadian ini, kita dapat melihat bahwa sesungguhnya kesejahteraan guru masih sangatlah kurang dan masih mendapatkan perlakuan yang tidak selayaknya. Demi mencegah semua ini, saya berpendapat sebaiknya pemerintah harus memperhatikan kesejahteraan guru di Indonesia dan tidak memandang sebelah mata dan juga untuk para pelajar yang masih menempuh pendidikan alangkah baiknya kita menghormati jasa para guru yang sudah membantu kita sampai kita saat ini berdiri. Guru adalah pahlawan tanpa jasa, dan berikanlah rasa hormat kita kepadanya dikarenakan upah yang didapatkan guru tidaklah sebanyak penghasilan para pengusaha.